Tugas Individu ISD ke-5 (M11)

Lima Pertanyaan atas Spirit Beragama di Era Milenial



Nama        : Adjie Cahya Ramadhan

Kelas        : 1IA01

NPM        : 50421052



Berikan pendapat dan komentar saudara:

Pertama, apakah agama ini diposisikan sebagai ritual yang terpisah dari kehidupan sehari-hari, atau sebagai pelarian-pelarian atas ketakberdayaan yang diliputi keputusasaan, ataukah agama telah memerankan sebagai spirit kehidupan yang aktual sehari?

Jawaban

= Agama bukan sebuah ritual terpisah dari kehidupan sehari-hari, bukan pula sebagai pelarian-pelarian atas ketakberdayaan yang diliputi keputusasaan.

Namun  agama merupakan hal yang  berperan penting sebagai spirit kehidupan nyata untuk kita sehari-hari. Tanpa agama semangat dalam menjalani kehidupan tidak akan tetap pada jalurnya. Itu akan keluar dari jalur, dan berpencar kea rah yang buruk.

Dengan agama, semangat kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari akan terus terisi di setiap waktu beribadah, dan tetap menetapkan kita di jalan yang benar.

 

Kedua, apakah cara beragama mereka sampai akar paling dasar, sampai pada ruh agama, atau sekadar identitas untuk meneguhkan ‘rasa percaya diri’ bahwa mereka telah beragama? Lalu berakhir dengan kebanggaan beragama dengan cara menyalahkan pihak-pihak yang tidak sesuai dengan cara beragamanya?

Jawaban

= Tidak diketahui jumlah pasti dari orang-orang milenial yang mempelajari agama sampai akar paling dasarnya atau sampai ruh agama dikarenakan banyaknya ilmu agama yang mereka punya hanyalah diri mereka sendiri yang mengetahui. Banyak orang yang hanya sekedar menggunakan identitas untuk meneguhkan rasa percaya diri bahwa mereka telah beragama, namun banyak pula orang yang mempelajari agama sampai ke akarnya atau proses mempelajari sampai ke akarnya, namun itu diukur sesuai pendapat diri sendiri.

Di era informasi yang cepat tersebar, dan minimnya minat baca orang Indonesia, banyak informasi palsu soal ilmu agama menyebar di media sosial seperti facebook, whatsapp. Untuk itu kita harus bisa menyaring informasi yang didapatkan dan membuang informasi yang jauh.

Dikarenakan minat baca yang kecil, banyak orang termakan hoax dan kepalsuan berpraktik dalam beragama, dan Ketika ada orang berilmu yang ingin mengoreksi, banyak diantaranya yang di tolak begitu saja atau di ancam karena melecehkan agama.

Ketiga, bagaimana situasi psikologis yang sering menyeret imajinasi generasi milenial yang menginginkan segalanya serba instan, bahkan dalam cara dia memeluk agama, menginginkan jawaban agar agama yang bisa memuaskan selera mereka? Bahkan memaksa Tuhan menuruti selera mereka?

 

Jawaban

= Di era globalisasi, banyak pemikiran baru yang muncul setiap tahunnya dan dengan mudah merambat ke pikiran setiap orang yang membacanya. Banyak di antara pemikiran itu dapat merevolusi pemikiran suatu individua tau kelompok kea rah yang lebih baik, namun banyak juga pemikiran yang dapat membawa bencana atau merusak sifat beragama suatu individua tau kelompok.

Dengan mudahnya teknologi, banyak ide atau pemikiran memenuhi pikiran banyak orang, dan kebanyakan dari mereka secara instan langsung menyetujui pemikiran tersebut tanpa mencerna dan memvalidasinya.

Oleh karena itu muncul beberapa pemikiran individu beragama yang tidak menyukai salah satu hukum di agamanya muncul. Hanya dikarenakan salah satu hukum di agamanya tidak sependapat dengan mereka, mereka menyebarkan ide pemikiran mereka ke orang-orang yang sependapat dengan mereka atau orang awam yang mudah di manipulasi pemikirannya sehingga mulai banyak dari mereka yang akhirnya menuntut salah satu hukum di agama itu diganti atau dihapus.

Hukum di suatu agama hukumnya wajib di ikuti, dan tidak bisa diubah atau dihapus. Jika ada yang ingin mengubah atau menghapusnya, itu merupakan penistaan terhadap agama.

 

Keempat, bagaimana dngan mereka yang sudah mulai menemukan jatidiri spiritualnya, apakah telah memuaskan mereka atau sebaliknya membuat mereka bingung, dan malah terasing dengan modernitas? Sejauh mana dunia sufi menjawab itu semua, dan bagaimana peran lembaga-lembaga tasawuf dan thariqah selama ini?

Jawaban

= Banyak dari orang-orang yang menemukan jati diri spiritualnya menemukan jalan yang berbeda-beda, ada yang dengan sengaja mengasingkan diri dari modernitas karena tahu dirinya tidak mampu menyaring semua informas baik yang benar maupun yang palsu. Ada juga yang puas dan mendapatkan semangat dalam menjalani kehidupan mereka. Untuk itu tidak perlu khawatir, karena semua jawaban akan ditemukan oleh diri sendiri Ketika waktunya tiba.

 

Kelima, pertanyaan paling mendasar, apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW – andai beliau diturunkan saat ini -- ketika menghadapi masyarakat milenial yang penuh dengan pergumulan saintek, kebudayaan yang paradoks?

Jawaban

=Misalkan Rasullulah diturunkan saat ini, maka seluruh umat manusia tidak perlu khawatir dengan sisi negative saintek, kebudayaan, dan penyebaran informasi. Karena sudah pasti Rasulullah SAW, pasti akan membuat aturan yang sangat ketat dan menjalankan sesuai dengan aturan dan norma agama kita.

Sehingga hasilnya adalah perkembangan teknologi sesuai aturan agama yang pastinya akan lebih baik dibandingkan perkembangan teknologi sekarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Individu ISD ke-3 (M7)

Tugas Individu ISD ke-2 (M5)